Delapan Tahun Tanpa Kepastian, Warga Bukit Laguna 1 Batam Bertahan di Tengah Krisis Air

banner 120x600

RempangPost.Com)-Warga Perumahan Pesona Bukit Laguna 1 di Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Batam, kembali menghadapi krisis air bersih yang telah berlangsung hampir satu dekade. Aliran air yang lemah hingga mati total setiap hari membuat ratusan keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, mulai dari mandi, mencuci, hingga menampung air untuk keperluan dapur.

Ketua RT 01 RW 16, Addi Sugiarto, mengatakan gangguan air paling sering terjadi pada jam sibuk, sejak pagi hingga malam hari. “Dari jam 5 pagi sampai jam 10 malam airnya bermasalah. Kadang keluar kecil, kadang tidak keluar sama sekali. Ini sudah delapan tahun saya rasakan,” ujarnya, Senin (24/11/2025)

Dari sekitar 500 kepala keluarga di perumahan itu, sekitar 200 rumah mengalami dampak paling parah. Addi mengaku hampir setiap hari menerima keluhan warganya, namun laporan ke lurah, camat, hingga Air Batam Hilir (ABH) belum membuahkan hasil. “Belum ada solusi konkret,” katanya.

Ia menjelaskan, krisis air diduga dipicu posisi perumahan yang berada di dataran tinggi serta keterbatasan jaringan distribusi. Satu jalur pipa diketahui menyalurkan air ke empat perumahan sekaligus, sementara diameter pipa dinilai terlalu kecil. “Kami yang tinggal di dataran tinggi tidak kebagian air. Aliran baru terasa malam hari,” ujarnya.

Warga mendesak pemerintah dan pihak pengelola air melakukan perbaikan serius, seperti penambahan pipa distribusi, penggantian pipa berdiameter lebih besar, hingga pemasangan booster pump. “Itu satu-satunya harapan,” tambah Addi.

Kondisi tersebut membuat warga harus bangun tengah malam untuk menampung sedikit air yang mengalir. Sebagian bahkan membeli toren tambahan demi menyimpan cadangan air. “Capek rasanya hidup seperti ini. Setiap hari harus mikir, ‘hari ini air ada atau tidak?’,” keluh Ijun, salah seorang warga.

Krisis air juga menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan lingkungan, karena aktivitas mencuci dan sanitasi rumah tangga sering tertunda. Warga menilai masalah ini seolah dibiarkan tanpa penyelesaian jelas.

Menanggapi keluhan tersebut, perwakilan Air Batam Hilir, Ginda Firmansyah, menyatakan pihaknya telah menjadwalkan koordinasi dengan Badan Usaha Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (BU SPAM). “Kami sedang berkoordinasi untuk mencari solusi teknis supaya suplai air bisa maksimal,” ujarnya.

Ginda mengakui perumahan yang berada di dataran tinggi membutuhkan penguatan tekanan air. Ia berharap koordinasi dengan BU SPAM dapat menghasilkan langkah penanganan dalam waktu dekat. “Harapannya suplai air ke Bukit Laguna 1 dan sekitarnya segera terpenuhi dengan baik,” katanya.(Hk)

 

 

 

Resaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *