Jakarta-(RempangPost.Com)-Badan Pengusahaan (BP) Batam menekankan pentingnya peningkatan kepastian usaha dan perbaikan logistik sebagai kunci daya saing Batam. Hal ini disampaikan Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar, dalam forum Indonesia International Transport Summit (IITS) 2025 di Jakarta.
Dendi tampil sebagai panelis mewakili BP Batam pada sesi pleno bertema “Batam and the Role of Integrated Logistic Transport”, bersama para ahli logistik dan transportasi lainnya.
Dalam paparannya, Dendi menjelaskan bahwa Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2025 memberikan kepastian lebih kuat bagi investor di Batam dengan memperjelas kewenangan BP Batam sebagai otoritas tunggal kawasan. “Dengan PP 25/2025, proses perizinan menjadi lebih cepat dan jelas. Investor kini memasuki ekosistem yang lebih pasti,” ujarnya.
Data BP Batam menunjukkan tren positif investasi di kawasan ini. Realisasi investasi hingga triwulan III 2025 mencapai Rp54,7 triliun, atau 91 persen dari target Rp60 triliun, yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Batam dan memperkuat posisinya sebagai pusat industri ekspor.
Dendi juga menyoroti peran logistik bagi perekonomian Batam. Dengan 56 persen ekonomi Batam berasal dari industri pengolahan dan 91 persen ekspor nonmigas dari produk industri, efisiensi logistik menjadi faktor penentu daya saing. Fokus utama BP Batam adalah integrasi pelabuhan, bandara, dan kawasan industri.
Para panelis sepakat bahwa Batam memiliki posisi strategis dalam rantai pasok regional. Perbaikan infrastruktur dan penyederhanaan regulasi diyakini akan menurunkan biaya logistik dan meningkatkan volume perdagangan.
Di akhir sesi, BP Batam menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan, menyederhanakan perizinan, dan mengembangkan infrastruktur, demi menjadikan Batam gerbang logistik modern dan lokasi investasi kompetitif di Asia-Pasifik.(San)
Redaksi















