Batam Perkuat Sinergi dengan Investor, Investasi Tembus Rp 54,7 Triliun hingga Oktober 2025

banner 120x600

Batam-(RempangPost.Com)- Badan Pengusahaan (BP) Batam menggelar kegiatan ramah tamah bersama para investor dan pelaku usaha pada Senin (24/11/2025). Pertemuan ini menjadi ruang dialog terbuka untuk menyampaikan perkembangan terbaru terkait Penetapan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) serta proses pengurusan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang saat ini tengah berlangsung.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa kegiatan tersebut penting untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha. Ia menilai komunikasi yang baik akan menghasilkan layanan investasi yang semakin cepat, sederhana, dan berkualitas.

“Kami terus membenahi regulasi yang tumpang tindih dan melakukan simplifikasi perizinan agar Batam tumbuh sebagai kota yang ramah investasi. Saya optimistis pertemuan ini menjadi tonggak kemajuan Batam ke depannya,” ujarnya.

Amsakar menjelaskan sejumlah tantangan investasi yang masih menjadi fokus BP Batam, terutama terkait penyederhanaan perizinan serta peningkatan layanan pasca terbitnya PP Nomor 25 dan PP Nomor 28 Tahun 2025. Menurutnya, sinergi yang solid dengan pelaku usaha akan mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi Batam.

Hingga Oktober 2025, investasi di Batam menunjukkan tren positif. Nilai investasi telah mencapai Rp 54,7 triliun, atau 91 persen dari target tahunan Rp 60 triliun. Capaian ini tumbuh 25,58 persen dibanding periode yang sama tahun 2024, yakni Rp 43,26 triliun. Amsakar menilai peningkatan tersebut mencerminkan kuatnya kepercayaan investor terhadap arah kebijakan BP Batam.

“Kita mesti membangun spirit bersama agar Batam mampu memberi pengaruh besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Selama kita bisa memperkuat langkah konkret melalui sinergi, tidak ada yang tidak mungkin,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, juga menyampaikan apresiasi kepada puluhan pelaku usaha yang secara sukarela menghimpun dana Corporate Social Responsibility (CSR) untuk mendukung percepatan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih, salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Para pelaku usaha berencana membentuk sebuah yayasan guna mengawal proses pembangunan sekolah tersebut. Setelah rampung, fasilitas pendidikan itu akan dihibahkan kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam sebagai sarana pendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Amsakar meyakini kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Batam sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

“Saya dan Bu Li Claudia memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif para pelaku usaha untuk memajukan pendidikan di Batam. Ini menjadi tonggak sejarah bagi kemajuan kota ini, karena Batam akan memiliki SDM unggul dan berdaya saing,” tutupnya.(San)

 

 

Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *