Batam-(RempangPost.Com)- Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di simpang lampu merah Gelael dan kawasan Kaliban, Batam Center, Rabu (04/03/2026) sore, tampak berbeda. Puluhan pelajar berseragam sekolah berdiri di tepi jalan sambil membawa kantong berisi makanan untuk dibagikan kepada masyarakat.
Para pelajar tersebut merupakan siswa SMAN 3 Batam yang tergabung dalam komunitas Ultras SMANTI. Mereka menjalankan tradisi tahunan berbagi takjil kepada masyarakat selama bulan Ramadan.
Dengan penuh semangat, sekitar 40 siswa kelas XI turun langsung ke jalan membagikan ratusan paket makanan berbuka kepada pengendara, pekerja jalanan, hingga masyarakat yang melintas di kawasan Batam Center.
Perwakilan siswa, Muhammad Nadhif Rajendra dan Zhafran Defriansyah Putra, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kebersamaan para anggota komunitas.
“Ini bentuk loyalitas dan solidaritas kami sebagai bagian dari SMANTI. Tahun ini ada sekitar 40 anggota Ultras yang turun langsung berbagi,” ujar Nadhif.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa membagikan sekitar 300 paket takjil yang disalurkan di dua titik, yakni simpang lampu merah Gelael dan kawasan Kaliban di Batam Center.
“Alhamdulillah, kami bisa berbagi sekitar 300 paket untuk masyarakat di sini,” tambahnya.
Paket takjil yang dibagikan berisi berbagai makanan untuk berbuka puasa, mulai dari kue-kue takjil, makanan pokok seperti nasi, hingga minuman. Seluruh paket disusun sendiri oleh para siswa agar dapat langsung dinikmati oleh penerima saat waktu berbuka tiba.
Menariknya, kegiatan sosial ini sepenuhnya didanai dari iuran para anggota Ultras SMANTI tanpa sponsor. Para siswa mengumpulkan dana secara gotong royong hingga mencapai hampir Rp5 juta.
Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan makanan, mengemas paket takjil, hingga mendistribusikannya kepada masyarakat.
Menurut Zhafran, kegiatan berbagi takjil ini sudah menjadi tradisi komunitas setiap bulan Ramadan. Namun tahun ini mereka berencana menambah frekuensi kegiatan menjadi dua kali.
“Biasanya memang setahun sekali di bulan puasa, tapi tahun ini kami berencana membagikan dua kali. Ini yang pertama,” katanya.
Di tengah lalu lintas yang padat menjelang berbuka puasa, aksi para pelajar ini menjadi pemandangan yang menyejukkan. Bagi sebagian orang yang menerima, mungkin hanya sekotak makanan, namun bagi para siswa kegiatan ini menjadi pelajaran berharga tentang empati, solidaritas, dan arti berbagi sejak usia muda.
Para siswa berharap aksi kecil yang mereka lakukan dapat menginspirasi lebih banyak generasi muda untuk menumbuhkan kepedulian sosial terhadap sesama.(HerI)
Redaksi















