Batam-(RempangPost.Com)-Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., menyerahkan Piagam Penghargaan kepada Ketua DPD GRANAT Kepri, Syamsul Paloh, pada Rakernis Fungsi Reserse Narkoba Polda Kepri Tahun Anggaran 2025 di Hotel Grand Mercure Batam, Rabu (3/12). Penghargaan diberikan atas kontribusi aktif Syamsul dalam mendukung program P4GN dan memperkuat gerakan masyarakat anti-narkoba di Kepulauan Riau.
Ketua DPD Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Kepulauan Riau, Syamsul Paloh, menerima Piagam Penghargaan pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Reserse Narkoba Polda Kepri Tahun Anggaran 2025, yang digelar di Hotel Grand Mercure Batam, Rabu (3/12). Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam mendukung penuh program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah Kepri.
Piagam diserahkan langsung oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, pada penghujung kegiatan Rakernis, sebagai bentuk apresiasi atas kiprah Syamsul dalam menguatkan edukasi publik, pendampingan komunitas, dan membangun jaringan relawan di area rawan narkotika.
Pemberian penghargaan ini tidak terlepas dari dukungan aktif GRANAT Kepri terhadap upaya penegakan hukum dan pencegahan narkoba yang dilakukan jajaran Polda Kepri. Syamsul menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan pemicu untuk terus menguatkan gerakan masyarakat melawan narkoba.
“Ini merupakan penghargaan bagi seluruh pengurus GRANAT Kepri dan relawan yang bekerja tanpa lelah di lapangan. Kami akan terus bersinergi dengan aparat penegak hukum untuk menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman narkotika,” ujarnya.
Syamsul juga memberikan apresiasi kepada Ditresnarkoba Polda Kepri yang berhasil mengungkap enam laporan polisi dengan barang bukti 1.858,65 gram sabu dan 1,71 gram ganja, serta menahan tujuh tersangka. Ia menyebut capaian tersebut membuktikan keseriusan Polda Kepri dalam memutus mata rantai jaringan narkoba internasional.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo menyampaikan bahwa sinergi dengan elemen masyarakat seperti GRANAT menjadi kunci strategi pencegahan dini. Ia menyebut peran komunitas anti-narkoba sangat penting, terutama dalam edukasi, pelaporan, dan pemberdayaan masyarakat di daerah rawan.
“Kolaborasi aparat dan masyarakat adalah kunci keberhasilan pemberantasan narkoba. GRANAT Kepri telah menunjukkan kontribusi nyata dalam memperkuat ketahanan sosial,” ungkapnya.
Syamsul Paloh memastikan bahwa GRANAT Kepri akan memperluas jaringan relawan hingga tingkat RT/RW dan sekolah, serta meningkatkan program penyuluhan berbasis komunitas untuk menumbuhkan keberanian masyarakat melapor.
“Kami ingin Kepri menjadi wilayah yang tidak hanya bebas dari peredaran narkoba, tapi juga memiliki masyarakat yang sadar, berani, dan terlindungi,” tegasnya.
Rakernis Polda Kepri 2025 ditutup dengan komitmen bersama memperkuat gerakan anti-narkoba melalui pendekatan integratif antara penegakan hukum, pencegahan, dan partisipasi publik.(San)
Redaksi

















