Batam-(RempangPost.Com) — Air mata Watina Lala tak lagi semata-mata menjadi tanda keputusasaan. Setelah berbulan-bulan menyaksikan kepala putri bungsunya terus membesar akibat hidrosefalus tanpa mampu membiayai pengobatan, secercah harapan akhirnya datang. Bayi Helena Tabintang Dakhi yang baru berusia delapan bulan kini telah menjalani operasi pemasangan ventriculoperitoneal shunt (VP shunt) di Rumah Sakit Awal Bros Botania.
Beberapa hari sebelumnya, Watina masih hidup dalam kegelisahan. Di rumah kontrakannya di Kavling Senjulung, Kecamatan Nongsa, Batam, ia menceritakan bagaimana penyakit putrinya perlahan mengubah kehidupan keluarganya.
“Saya sudah putus asa. Sempat terpikir membuang anak saya ini. Tapi saya ingat, ini anak yang saya lahirkan. Saya tidak tega,” ujar Watina dengan suara bergetar.
Helena mulai menunjukkan gejala ketika baru berusia sekitar satu minggu. Kepalanya perlahan membesar akibat penumpukan cairan serebrospinal di rongga otak. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bayi itu menderita hidrosefalus, kondisi yang memerlukan penanganan medis sesegera mungkin untuk mengurangi tekanan di dalam kepala.
Namun, diagnosis itu tidak serta merta diikuti pengobatan. Keterbatasan ekonomi membuat Watina tidak mampu membawa putrinya menjalani tindakan medis. Sehari-hari, ibu tiga anak itu bertahan dari pekerjaan serabutan setelah ditinggalkan suaminya. Di tengah kesulitan memenuhi kebutuhan hidup, biaya pengobatan menjadi beban yang tak sanggup dipikul.
Hari demi hari, kondisi Helena terus memburuk. Kepala bayi itu semakin membesar, sementara ibunya hanya bisa berharap ada jalan keluar.
Titik balik datang ketika Watina memberanikan diri menceritakan kondisinya kepada tetangga. Informasi tersebut kemudian diteruskan ke Polsek Nongsa hingga akhirnya sampai ke Polresta Barelang.
Merespons laporan itu, Sidokkes Polresta Barelang mendatangi rumah keluarga Helena. Selain memastikan kondisi pasien, tim juga membantu mengurus akses layanan kesehatan agar bayi tersebut segera mendapatkan penanganan.
Kasidokkes Polresta Barelang Iptu dr. Syarifah Helviza Aini mengatakan, persoalan utama yang dihadapi keluarga adalah keterbatasan biaya sehingga pengobatan tertunda.
“Kami ingin memastikan masyarakat, terutama keluarga yang mengalami kesulitan ekonomi, tetap memperoleh pelayanan kesehatan yang dibutuhkan. Karena itu kami mendampingi keluarga sejak proses administrasi hingga tindakan medis dapat dilaksanakan,” ujar Syarifah.
Tim kemudian memastikan kepesertaan BPJS Kesehatan Helena aktif sehingga seluruh proses pengobatan dapat ditanggung. Selain itu, keluarga juga menerima bantuan kebutuhan pokok, perlengkapan bayi, serta bantuan stroller untuk memudahkan mobilitas Helena selama menjalani pengobatan.
Pendampingan berlanjut hingga Minggu (12/7), saat Helena menjalani operasi pemasangan VP shunt di RS Awal Bros Botania. Tindakan tersebut bertujuan mengalirkan kelebihan cairan serebrospinal dari otak menuju rongga perut sehingga tekanan di dalam kepala dapat berkurang.
Operasi berlangsung setelah koordinasi antara Sidokkes Polresta Barelang dan pihak rumah sakit. Seluruh biaya tindakan ditanggung melalui BPJS Kesehatan.
Usai operasi, Helena menjalani perawatan intensif di ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Tim dokter terus memantau kondisinya untuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai harapan.
Syarifah mengatakan, pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kemanusiaan, terutama bagi warga yang mengalami kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Kami berharap kondisi Helena terus membaik sehingga dapat tumbuh dan berkembang sebagaimana anak-anak seusianya. Pendampingan seperti ini akan terus kami lakukan bagi masyarakat yang membutuhkan,” katanya.
Bagi Watina, operasi itu bukan sekadar tindakan medis. Setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian, ia akhirnya melihat harapan bagi masa depan putrinya.
“Saya hanya berharap anak saya bisa sembuh dan tumbuh sehat. Terima kasih kepada semua yang sudah membantu kami. Terimakasih kepada semua jajaran Polresta Barelang” ucapnya. (*)












