Batam (RempangPost.com) – Pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di kawasan Rempang resmi memasuki tahap awal. Proyek pendidikan yang berdiri di atas lahan seluas 18,5 hektare di bawah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) BP Batam ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan nasional sekaligus salah satu kompleks pendidikan terbesar yang pernah dibangun pemerintah di Kota Batam.
Tahap awal pembangunan diawali dengan kegiatan pembersihan lahan sebelum memasuki proses konstruksi. Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, meninjau langsung lokasi pembangunan pada Selasa (14/7/2026) untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai rencana.
Amsakar mengatakan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih merupakan bagian dari program prioritas nasional yang mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat. Menurutnya, BP Batam akan terus mengawal proses pembangunan agar dapat berjalan tepat waktu dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ini merupakan program prioritas nasional yang terus kami kawal agar setiap tahapan berjalan sesuai rencana,” ujar Amsakar dalam keterangan resminya, Kamis (16/7/2026).
Sekolah Terintegrasi Merah Putih dirancang sebagai kawasan pendidikan modern dengan konsep berasrama dan seluruh biaya pendidikan akan ditanggung pemerintah. Selain ruang belajar, kompleks pendidikan ini akan dilengkapi asrama siswa, sarana olahraga, serta berbagai fasilitas penunjang lainnya untuk menciptakan lingkungan belajar yang terpadu dan berkualitas.
Meski demikian, pemerintah hingga kini belum menjelaskan secara rinci mekanisme penerimaan peserta didik. Belum dipastikan apakah sistem seleksi akan mengadopsi pola Sekolah Rakyat yang memprioritaskan anak dari keluarga kurang mampu berdasarkan data Dinas Sosial atau membuka kesempatan lebih luas bagi siswa yang memenuhi persyaratan akademik maupun prestasi. Kejelasan sistem penerimaan dinilai penting mengingat sekolah ini diproyeksikan menjadi salah satu model pendidikan unggulan di Indonesia.
Amsakar menegaskan, pembangunan sekolah tersebut merupakan bagian dari investasi pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, penyediaan akses pendidikan berkualitas tanpa membebani masyarakat menjadi salah satu fokus utama pembangunan nasional.
“Pemerintah ingin menghadirkan pendidikan yang berkualitas sebagai bagian dari investasi sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.
Sementara itu, Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, mengajak seluruh pihak mendukung percepatan pembangunan agar proyek dapat selesai sesuai target. Ia berharap Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang mampu melahirkan generasi unggul sekaligus menjadi model pengembangan kawasan pendidikan terpadu di berbagai daerah di Indonesia.
“Investasi terbaik adalah investasi pada sumber daya manusia. Karena itu pembangunan sekolah ini harus dikawal bersama,” ujar Li Claudia.
Meski pembangunan telah dimulai, sejumlah aspek masih menunggu kepastian dari pemerintah, di antaranya jenjang pendidikan yang akan dibuka, kapasitas peserta didik, mekanisme penerimaan siswa, hingga pola pengelolaan sekolah setelah beroperasi. Dengan konsep pendidikan terpadu berasrama di atas lahan seluas 18,5 hektare, Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang diharapkan menjadi salah satu pusat pendidikan terbesar di Batam sekaligus simbol komitmen pemerintah dalam mencetak generasi unggul untuk menyongsong Indonesia Emas 2045. (Hrs)












