Kementerian Koperasi Merah Putih Gelar Pelatihan Pengembangan Bisnis Koperasi Selama 8 Hari di Lamongan

Magang Nasional 2026 Perkuat Kapasitas Pengelola Koperasi dan Dorong Inovasi Bisnis Ekonomi Kerakyatan

LAMONGAN, Jawa Timur — Kementerian Koperasi Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan pengembangan bisnis koperasi dalam rangka program Magang Nasional 2026. Kegiatan tersebut berlangsung selama delapan hari, mulai 23 hingga 30 Agustus 2026, di Hotel Tanjung Kodok Beach Resort, Lamongan, Jawa Timur.

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia koperasi sekaligus memperkuat kemampuan pengelola koperasi dalam mengembangkan unit usaha yang produktif, inovatif, dan mampu bersaing di tengah perubahan ekonomi.

Kegiatan yang dimulai pada Minggu (23/8/2026) tersebut diikuti oleh para pengelola dan pemimpin koperasi dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka mendapatkan pembekalan mengenai pengembangan bisnis, penguatan manajemen, inovasi usaha, serta strategi membangun jaringan koperasi yang lebih luas.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten Deputi Peningkatan Kapasitas SDM dan Talenta Kementerian Koperasi Republik Indonesia. Kehadiran pejabat kementerian tersebut sekaligus menandai dimulainya rangkaian pelatihan dan pemagangan nasional yang dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia koperasi.

Selain kegiatan pelatihan di Hotel Tanjung Kodok Beach Resort, para ketua koperasi dari berbagai daerah di Indonesia juga dikumpulkan di Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Sunan Drajad, Lamongan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta untuk melihat secara langsung pengelolaan dan pengembangan ekosistem usaha koperasi.

Dari Provinsi Kepulauan Riau, turut hadir Hence, yang merupakan Sekretaris Kementerian sekaligus Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih, Sagulung, Kota Batam. Kehadiran perwakilan dari Batam tersebut menjadi bagian dari keterlibatan daerah dalam program penguatan kapasitas koperasi secara nasional.

Program Magang Nasional 2026 dinilai memiliki arti penting bagi pengembangan koperasi karena pengelola tidak hanya membutuhkan pemahaman mengenai administrasi organisasi, tetapi juga dituntut mampu membaca peluang usaha, membangun kemitraan, melakukan inovasi, dan menciptakan model bisnis yang berkelanjutan.

Melalui pelatihan selama delapan hari, peserta diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang kemudian diterapkan di koperasi masing-masing. Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak berhenti pada peningkatan kapasitas individu, tetapi dapat memberikan dampak terhadap penguatan kelembagaan dan kegiatan usaha koperasi di daerah.

Penguatan jaringan antarkoperasi juga menjadi salah satu aspek penting dalam kegiatan tersebut. Pertemuan para pengelola koperasi dari berbagai wilayah membuka peluang pertukaran pengalaman, gagasan, serta potensi kerja sama antardaerah.

Koperasi yang selama ini menjadi salah satu instrumen ekonomi kerakyatan diharapkan mampu berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat dan perubahan pola bisnis. Karena itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam membangun koperasi yang profesional dan adaptif.

Kegiatan di Lamongan tersebut sekaligus memperlihatkan upaya pemerintah mendorong koperasi agar tidak hanya berfungsi sebagai wadah ekonomi masyarakat, tetapi mampu menjadi entitas usaha yang memiliki daya saing dan memberikan manfaat lebih luas bagi anggota serta masyarakat.

Dengan adanya program Magang Nasional 2026, para peserta diharapkan dapat membawa pengetahuan, pengalaman, dan jaringan yang diperoleh selama pelatihan untuk dikembangkan di wilayah masing-masing.

Bagi koperasi di tingkat kelurahan, termasuk Koperasi Kelurahan Merah Putih di Sagulung, Kota Batam, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kapasitas pengelolaan sekaligus membuka wawasan mengenai pengembangan usaha yang sesuai dengan potensi ekonomi lokal.

Ke depan, penguatan koperasi diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengurus, inovasi model bisnis, pemanfaatan jaringan kemitraan, serta kemampuan membaca peluang ekonomi. Langkah tersebut menjadi penting agar koperasi mampu tumbuh secara berkelanjutan dan semakin berperan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *