Batam-(RempangPost.Com)-Pecinta kuliner di Kota Batam kembali dimanjakan dengan hadirnya Jungle Culinary Festival, event kuliner terbesar yang digelar Queen Production di Nagoya Hill Shopping Mall lantai dasar. Festival bertema hutan ini resmi dibuka pada Kamis (30/1) dan akan berlangsung hingga 15 Februari 2026.
Event kuliner ini diikuti oleh 63 tenant UMKM, tidak hanya berasal dari Batam tetapi juga dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Semarang, Yogyakarta, Jakarta, hingga Sumatera Barat. Selain itu, festival ini juga menghadirkan menu kuliner internasional.
Acara grand opening dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan dan promosi UMKM lokal.
CEO Queen Production, Ningsih, mengatakan Jungle Culinary Festival hadir sebagai bazar kuliner dengan konsep yang berbeda dari event pada umumnya. Dengan tema “Jungle Culinary”, dekorasi acara ditata oleh Surga Pelaminan dengan nuansa hijau dan elemen pepohonan yang kuat.
“Biasanya bazar kuliner bertema tradisional. Kalau ini kita buat beda, kita ambil tema jungle. Jadi pengunjung merasakan sensasi makan di tengah hutan,” ujar Ningsih saat ditemui, Jumat (30/1).
Beragam menu andalan menjadi daya tarik utama festival ini, mulai dari tengkleng kambing, ayam penyet cabai hijau super pedas, getuk, serabi Solo, kerak telor Betawi, hingga kuliner internasional seperti makanan Jepang, mochi, Som Tam, serta Bakso Mama Papa Muda yang merupakan franchise langsung dari Jakarta.
“Ini benar-benar bazar kuliner yang lengkap. Makanan berat ada, jajanan khas daerah yang jarang ditemui di Batam juga kita hadirkan,” tambah Ningsih.
Menariknya, seluruh transaksi di Jungle Culinary Festival telah menerapkan sistem pembayaran non-tunai menggunakan QRIS, hasil kerja sama dengan perbankan, sehingga memudahkan pengunjung dalam bertransaksi.
Dari sisi harga, Ningsih memastikan menu yang ditawarkan masih terjangkau masyarakat. “Seperti pecel harganya Rp20 ribu sampai Rp25 ribu, asinan buah juga di kisaran itu. Kalau menu daging menyesuaikan kualitas bahan,” jelasnya.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama penyelenggaraan. “Hari pertama pengunjung sangat ramai. Responsnya luar biasa dan makanan benar-benar diminati,” kata Ningsih.
Sementara itu, Kepala Dinas UMKM Kota Batam, Salim, menyambut positif penyelenggaraan Jungle Culinary Festival yang dinilai mampu mendorong UMKM untuk naik kelas melalui kegiatan bazar.
“Kita menyambut baik kegiatan ini karena menjadi salah satu upaya strategis untuk menaikkan UMKM melalui bazar,” ujar Salim.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu memperluas pasar UMKM Batam, termasuk ke pengunjung mancanegara. “Akhir pekan banyak wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Ini tentu berdampak pada peningkatan UMKM kita,” katanya.
Salim menambahkan, Pemko Batam terus memberikan dukungan berkelanjutan kepada pelaku UMKM melalui pelatihan dan pendampingan. “Tahun ini kembali ada pelatihan UMKM naik kelas, pendampingan dari PLUT, hingga kunjungan lapangan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan adanya apresiasi dari pemerintah pusat terhadap pelaku usaha yang berhasil meningkatkan kinerja usahanya. “Kemarin ada reward dari Kementerian UMKM kepada pengusaha yang berhasil meningkatkan omzetnya. Ada lima pelaku usaha yang menerima penghargaan,” ungkapnya.
Ke depan, Pemko Batam bersama BP Batam dan Bank BNI juga berencana membangun kawasan khusus UMKM di wilayah Nagoya. “Mulai dari Harbour Bay hingga Nagoya, seperti Nagoya Boulevard dan Nagoya Thamrin, akan kita jadikan kawasan UMKM,” tutup Salim.(Herry)
Redaksi

















