Batam  

Dari Pawai Sepeda Hias, Warga Kapital Raya II Tanamkan Semangat Nasionalisme dan Cinta Tanah Air kepada Anak-anak

Anak-anak mengayuh sepeda hias saat mengikuti pawai dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI di Perumahan Kapital Raya II, Batam Kota, Minggu (16/8).

Batam-(RempangPost.Com) – “Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan para pendahulu. Tugas kita sekarang adalah mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif, menjaga persatuan dan menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada anak-anak sejak dini.”

Pesan itu disampaikan Ketua RW 21 Perumahan Kapital Raya II, Nanang Andika, dalam rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di lingkungan perumahan tersebut, Minggu (16/8) pagi.

Pesan tentang nasionalisme itu tidak disampaikan dalam ruang seremonial. Di jalan lingkungan perumahan, sebanyak 19 anak mengayuh sepeda yang telah dihias dengan beragam bentuk. Pawai tersebut menjadi salah satu cara warga mengenalkan semangat kemerdekaan kepada anak-anak melalui kegiatan yang sederhana dan menyenangkan.

Ada sepeda berbentuk pesawat tempur, burung Garuda, gerobak bakso, warung, hingga pohon pinang yang dipenuhi aneka jajanan. Sebuah sepeda lainnya dibuat menyerupai gerobak es krim. Ornamen merah putih yang menghiasi kendaraan anak-anak itu membuat suasana perumahan berubah menjadi semarak.

Anak-anak mengayuh sepeda dengan penuh antusias. Sejumlah orangtua berjalan di samping mereka, membantu mendorong sepeda atau memastikan hiasan tetap terpasang selama pawai berlangsung.

Warga dari berbagai usia ikut menyaksikan dari pinggir jalan. Tepuk tangan dan sorak sesekali terdengar ketika sepeda dengan bentuk yang unik melintas. Kemeriahan itu sekaligus mempertemukan warga yang sehari-hari disibukkan dengan aktivitas masing-masing.

Nanang mengatakan kegiatan seperti pawai sepeda hias memiliki makna lebih dari sekadar hiburan. Menurut dia, kegiatan di lingkungan tempat tinggal dapat menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar tentang kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian.

“Mari kita jadikan momentum HUT RI ini untuk memperkuat persatuan. Dari lingkungan kecil seperti ini, semangat nasionalisme bisa tumbuh. Anak-anak belajar tentang kebersamaan, sementara orangtua memberi contoh melalui gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Ketua RT 03, Suci Nofrita, mengatakan pawai sepeda hias merupakan bagian dari cara warga memeriahkan peringatan kemerdekaan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada anak-anak sejak dini.

“Sepeda hias ini bagian dari memeriahkan HUT Indonesia. Ini bagian rasa cinta kami sebagai warga kepada bangsa yang ulang tahun. Sekaligus juga untuk menanamkan semangat nasionalisme dan cinta Tanah Air kepada anak-anak sejak dini,” kata Suci.

Rangkaian perayaan HUT ke-81 RI itu digelar secara swadaya. Warga patungan untuk memenuhi kebutuhan kegiatan. Sejumlah donatur juga turut memberikan dukungan.

“Kami para warga urunan demi terselenggaranya acara ini. Yang penting seru dan menjalin silaturahmi antarwarga. Ada juga donatur yang turut memeriahkan acara ini,” ujar Suci.

Bagi warga, pawai sepeda hias menjadi kegiatan baru. Ketua Panitia Lomba Sepeda Hias, Aji, mengatakan pada tahun-tahun sebelumnya warga lebih banyak menggelar jalan sehat dan senam bersama.

Tahun ini, panitia mencoba menghadirkan pawai sepeda hias. Respons anak-anak ternyata cukup baik. Sebanyak 19 peserta ikut serta dengan membawa sepeda yang dihias sesuai kreativitas masing-masing.

“Luar biasa pesertanya. Sepeda yang dihias pun unik-unik,” kata Aji.

Salah satu sepeda yang mencuri perhatian berbentuk burung Garuda. Sepeda tersebut dibuat Taufik bersama putrinya. Mereka menghias sepeda dengan ornamen merah putih dan membentuk bagian depannya menyerupai Garuda.

Persiapannya dilakukan hingga larut malam. Taufik mengaku baru menyelesaikan sepeda tersebut sehari sebelum pawai.

“Sampai begadang membuat burung Garuda ini, sistem kejar satu malam,” ujar Taufik sembari tertawa.

Meski menghabiskan waktu hingga begadang, Taufik tidak terlalu memikirkan hasil perlombaan. Ia hanya ingin putrinya ikut merasakan suasana perayaan kemerdekaan bersama anak-anak lainnya.

“Yang penting ikut memeriahkan HUT RI,” ujarnya.

Setelah pawai sepeda hias, kemeriahan berlanjut dengan senam bersama dan berbagai perlombaan. Tidak hanya anak-anak, ibu-ibu dan bapak-bapak juga ikut ambil bagian.

Sejumlah perlombaan untuk anak-anak di antaranya mewarnai, memasukkan sedotan ke botol, pancing kerupuk, kait keranjang, estafet sarung, estafet karet sedotan, dan estafet air.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi cara warga Kapital Raya II merayakan kemerdekaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Dari lingkungan tempat tinggal, semangat kemerdekaan dikenalkan kepada anak-anak melalui permainan, kreativitas, dan kebersamaan.

Bagi warga, kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan bendera dan perlombaan. Ia juga dirawat melalui kebiasaan sederhana: berkumpul, bergotong royong, dan memberi ruang kepada anak-anak untuk belajar menjadi bagian dari masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *