Jakarta-(RempangPost.Com)- Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menghadiri Sidang Aduan Kanal Debottlenecking Satuan Tugas P2SP di Kantor Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Kehadiran keduanya menjadi bentuk komitmen BP Batam dalam menindaklanjuti serta menyelesaikan berbagai hambatan perizinan maupun operasional yang dihadapi pelaku usaha secara cepat.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan investasi menjadi pembahasan utama, mulai dari Rekomendasi Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (RKKPR), pengalokasian lahan hingga percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN).
Di hadapan Menteri Keuangan RI, Amsakar Achmad dan Li Claudia Chandra menegaskan komitmen BP Batam untuk membenahi berbagai persoalan tersebut guna mendorong terciptanya iklim investasi yang inklusif dan transparan.
“Masukan dari Menteri Keuangan akan kami tindak lanjuti agar pertumbuhan investasi dan ekonomi di Batam semakin meningkat serta memberikan kontribusi signifikan terhadap pembangunan daerah,” ujar Amsakar.
Menanggapi persoalan RKKPR, Amsakar menjelaskan bahwa dalam beberapa waktu terakhir BP Batam belum melakukan pengalokasian lahan, sebagai dampak dari kebijakan moratorium yang sempat diberlakukan.
Selain itu, BP Batam juga tengah melakukan pembenahan pada sistem Land Management System (LMS) guna memperbarui basis data pertanahan agar pelayanan dapat berjalan lebih optimal.
“Di samping itu, ada beberapa hal dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang perlu didetailkan kembali,” jelasnya.
Senada dengan itu, Li Claudia Chandra menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang berkaitan dengan keluhan pelaku usaha maupun investor.
Ia berharap, langkah tersebut dapat mendorong pertumbuhan investasi di Batam menjadi lebih kondusif dan transparan.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menindaklanjuti beberapa persoalan terkait investasi. Tujuannya agar Batam dapat tumbuh pesat dan berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Li Claudia. (Pret)
Redaksi















