Batam-(RempangPos.Com)- BP Batam bersama PT ABH terus melakukan langkah strategis untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Salah satunya dengan fokus pada penanganan wilayah stress area, yakni kawasan yang mengalami gangguan tekanan air.
Hal tersebut dibahas dalam rapat koordinasi tindak lanjut perbaikan layanan air bersih yang digelar pada Senin (9/3/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyepakati sejumlah upaya peningkatan kapasitas suplai air guna memastikan distribusi air ke masyarakat lebih optimal.
Direktur Badan Usaha SPAM dan Fasling BP Batam, Iyus Rusmana menjelaskan bahwa salah satu langkah yang akan dilakukan adalah meningkatkan kapasitas suplai air hingga 850 liter per detik.
“Langkah ini akan memberikan dampak terhadap total kapasitas suplai yang tersedia dari 4.429 liter per detik menjadi 4.710 liter per detik. Dengan demikian, pengalihan suplai air ke wilayah yang mengalami kekurangan tekanan dapat dilakukan lebih optimal,” ujarnya.
Selain peningkatan kapasitas suplai, BP Batam juga menjalankan program perkuatan jaringan distribusi jalur pipa DK12 yang selama ini menyuplai sejumlah kawasan dengan tekanan air rendah.
Beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Tanjung Sengkuang, Bengkong, dan Batu Merah. Melalui penguatan jalur distribusi tersebut, suplai air dari pipa induk diharapkan menjadi lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Iyus menegaskan bahwa keluhan masyarakat terkait layanan air bersih menjadi perhatian serius bagi BP Batam. Oleh karena itu, pihaknya menargetkan penanganan terhadap 18 titik stress area dapat diselesaikan secara bertahap.
Dalam rapat koordinasi tersebut, BP Batam dan PT ABH juga membahas penerapan sistem SCADA. Teknologi ini memungkinkan pemantauan dan pengendalian jaringan distribusi air secara digital dan real time.
Melalui sistem SCADA, operator dapat memantau tekanan air di jaringan pipa, mendeteksi gangguan distribusi lebih cepat, serta mengambil langkah penanganan secara lebih efektif. Penerapan teknologi ini diharapkan mampu mendorong pengelolaan sistem distribusi air di Batam menjadi lebih modern, responsif, dan efisien.
Selain itu, BP Batam juga menunggu rampungnya proyek pengembangan jaringan air pada ruas Sukajadi, M3G hingga ke Bukit Senyum. Berbagai langkah antisipatif pun telah disiapkan agar proses pengerjaan tidak mengganggu suplai air kepada masyarakat.
Melalui berbagai upaya tersebut, BP Batam berharap pelayanan air bersih kepada masyarakat Batam dapat semakin stabil dan merata di seluruh wilayah.(Pret)
Redaksi















