Forum tersebut tidak hanya menjadi ruang dialog terbuka, tetapi juga sarana bagi BP Batam untuk menyerap aspirasi dan kritik konstruktif dari dunia usaha di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Sejumlah isu strategis menjadi perhatian bersama, mulai dari pertumbuhan ekonomi, iklim investasi, penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), hingga persoalan sosial dan politik.
Tokoh masyarakat Kepulauan Riau, Asman Abnur, mengapresiasi capaian kinerja BP Batam dan Pemerintah Kota Batam dalam menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kolaborasi kepemimpinan yang terjalin saat ini mampu menjaga ritme pertumbuhan ekonomi Batam di tengah situasi global yang penuh tantangan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai kebijakan pemerintah pusat seperti sejumlah Peraturan Pemerintah (PP) tahun 2025 telah memberikan kemudahan dalam proses perizinan dan memangkas birokrasi yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku usaha.
Selain Asman Abnur, sejumlah pelaku usaha turut hadir dalam forum tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung langkah BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.
“Kami menginginkan adanya konstruksi pemikiran bersama antara BP Batam, pelaku usaha, dunia industri, dan tokoh masyarakat. Masukan yang diberikan akan menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan ke depan,” kata Amsakar.
Ia optimistis, dukungan dari seluruh komponen daerah, termasuk Forkopimda dan dunia usaha, akan menjadi modal penting dalam mendorong akselerasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Batam menuju 2026.
Ke depan, BP Batam berkomitmen untuk rutin menggelar forum serupa guna memastikan setiap kebijakan yang diambil selaras dengan kebutuhan di lapangan.
“Melalui forum ini, kami dapat mendengar langsung berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha, sehingga solusi yang dihasilkan lebih tepat sasaran,” tutupnya.(Pret)
Redaksi















